• 27

    Jan

    Seandainya aku media

    Sudah tiga tahun lebih, bahkan hampir empat tahun ngga melihat-lihat blog ini. Gara-gara melihat status BBM (Blackberry Messenger) teman yang berisi alamat blognya di detik tiba-tiba tergerak untuk menulis lagi atau pun copas (copy paste) dari media lain untuk di muat di blog gw ini. Rasa ingin nulis pun tiba-tiba hilang setelah tau kalau blog ini sementara ditangguhkan. Blog tidak bisa dibuka. Aduuh, kenapa ini? Nggak pake lama langsung kirim email ke admin blogdetik buat konfirmasi. Besoknya blog ini sudah bisa dibuka. :) :) Perkembangan blog dan blogger dari tahun ke tahun semakin berubah. Dari mulai isi sampai tujuan dari blog itu sendiri. Jujur saja semenjak sosial media booming -sebut saja facebook- banyak sekali media-media yang menyerupai media warta atau media pembawa berita teta
  • 10

    Nov

    Hanya cukup 3 menit??

    “Marilah kita mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah mendahului kita, hening cipta, MULAI!” 10 November, seluruh bangsa Indonesia memperingati hari Pahlawan. Di sekolah2, instansi pemerintah maupun swasta selalu mengadakan upacara di hari itu. Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah mempertahankan kemerdekaan, setidaknya kita mengheningkan cipta sejenak untuk berdoa semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan YME. Apakah hanya 3 menit untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan dari kaum penjajah selama 300 tahun lebih? Pahlawanku walaupun hanya 3 menit mengenangmu, namun dihati ini engkau selalu dikenang setiap waktu. SELAMAT HARI PAHLAWAN !
  • 3

    Nov

    Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam

    Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah” lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kep
  • 21

    Jan

    Puing

    Puing berserakan di segenap penjuru Bekas pertempuran Bau amis darah di segenap penjuru Sesak nafaskuMayat-mayat bergeletakan Tak terkubur dengan layak Dan burung-burung bangkit menatap liar Dan burung-burung bangkai berdansa senang Di ujung sana banyak orang kelaparan Ujung lainnya, wabah busung menyerang Di sudut sana banyak orang kehilangan Sudut lainnya bayi bertanya bimbang: “mama kapan papah pulang?” “mama sebab apa perang?” Banyak jatuh korban Dari mereka yang tak mengerti apa-apa Suara tangis terdengar dari bekas reruntuhan Seorang ibu muda yang baru melahirkan Lama meratapi sesosok mayat tubuh suaminya Dan burung burung bangkai menatap liar Dan burung-burung bangkai berdansa senang Tinggi peradaban teknologi berkembang Senjata hebat terciptakan Sarana
  • 20

    Dec

    Kisah uang seribu dan seratus ribu

    Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus ribu berkata pada uang seribu : “Ya, ampiiiuunnnn. … darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan… bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan.. Ada apa denganmu?” Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan
  • 12

    Aug

    "DIRGAHAYU INDONESIAKU"

    Gak lelahkah kau di ujung tiang atas sana Gak letihkah kau berkibar menantang angin di atas sana Putihmu yang lusuh penuh debu Merahmu yang luntur bercampur air hujan Gak cukupkah banyak nyawa yang hilang dan terbuang percuma Berapa lagi banyak korban berceceran darah tak berdosa Putihmu yang suci jangan ternoda Merahmu yang berani diterpa hujan badai Turunlah kau sejenak di tengah tiang Turunlah kau sejenak di tengah tiang Biar yang mati dan telah pergi merasa DI HOR MA TI (taken from : bendera 1/2 tiang-slank BAJAKAN) Sudah 63 tahun, akankah lebih banyak bendera 1/2 tiang dikibarkan di negeri ini ? “DIRGAHAYU INDONESIAKU”
  • 14

    Mar

    Bersyukur

    Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah, berarti aku masih punya keluarga yang utuh Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti aku mampu bekerja keras. Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah, karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman. Pakaianku terasa agak sempit, karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang. Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, sebab itu berarti aku memiliki pakaian. Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela, memperbaiki talang dan got, karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal. Duduk kembali di kantor, berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan aku bahkan perusahaan masih mampu membayar gaji setiap bulannya. Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.
-

Search

Follow Me